Tekno

[Review] Pocophone F1: Nikmat Smartphone yang Nggak Bisa Didustakan

Andhika Dwi Putra | 17 September 2018 - 06:15
[Review] Pocophone F1: Nikmat Smartphone yang Nggak Bisa Didustakan

Kali ini Geeqy mau telanjangin abis-abisan ponsel besutan dari sub-brand Xiaomi, yaitu Pocophone F1. Dengan harga Rp 4 jutaan, nikmat smartphone ini benar-benar nggak bisa didustakan. Penasaran? Simak ulasan berikut ini, Geeqs.

Geeq.id, Jakarta – Di kuartal III tahun 2018 ini kayaknya banyak smartphone yang bertarung di kelas harga Rp 4 jutaan sampai Rp 5 jutaan. Ada yang mengandalkan kamera sebagai nilai jualnya, ada yang menawarkan layar AMOLED, dan ada juga yang menawarkan fingerprint in display. Pocophone berbeda, lewat Pocophone F1, mereka menawarkan performa gahar ala ponsel belasan juta.

Awal mendengar ponsel ini Geeqy sempat meremehkan Pocophone F1. Pasalnya,smartphone yang udah memboyong chipset flagship Qualcomm Snapdragon 845 ini dibandrol sangat murah, yaitu Rp 4,5 jutaan untuk varian RAM 6GB dan internal storage 64GB. Firasat Geeqy, pasti akan ada banyak sektor yang bakal dipangkas habis-habisan.

Ternyata bener aja, Pocophone F1 melakukan diet di beberapa sektor untuk mem-boosting performa Pocophone F1. Lalu bagaimana output yang dihasilkan oleh ponsel ini? Simak ulasan jujur Geeqy dibawah ini.

Body tour

Kembali mengingatkan, Pocophone F1 melakukan banyak perampingan agar bisa mengejar harga yang ramah kantong. Menurut Pocophone, hal ini didasari agar mereka bisa mempersembahkan ponsel premium yang bisa dijangkau oleh banyak orang. Oleh karena itu, sektor desain atau bodi ponsel ini juga mendapat sedikit perampingan.

Walau bezel-less, tepian ponsel ini masih terlihat tebal. Nggak cuma itu, notch atau poni dari Pocophone juga terlihat lebih gembrot dibanding ponsel berponi lainnya. Ponsel yang mengusung layar 6,18 inci ini juga memiliki kelemahan yang cukup mengganggu, yaitu penggunaan layar LCD yang memiliki kontras dan tone warna yang nggak tajam.

Sebenarnya ada kelemahan lainnya, tapi masih dalam level pemakluman untuk Geeqy, yaitu penggunaan bahan plastik (policarbonat) pada bagian punggung ponsel ini. Biasanya, ponsel-ponsel flagship menggunakan bahan glass atau metal agar tampak kokoh dan premium. Namun dengan harga yang ditawarkan, patut dimaklumim lah, Geeqs.

Body tour ke bagian depan atas ponsel, seperti yang Geeqy ungkap barusan, poni Pocophone F1 tampil lebih jenong. Namun hal ini bukan tanpa maksud, karena poni ini duganakan untuk menaruh Earpiece, kamera depan 20MP, dan sensor infrared untuk mengaktifkan fitur keamanan Face Unlock.

Pada bagian depan bawah, dagu ponsel ini tampil rounded atau membudar, berbeda dengan vendor lainnya yang masih terkesan kaku. Alih-alih menggunakan tombol fisik, tombol navigasi utama: recent, home, dan back udah tertanam di layar. Dengan nggak adanya tombol fisik, Pocophone F1 menjadi terlihat lega, Geeqs.

Move on ke bagian belakang, ada kamera ganda beresolusi 12MP dan 5MP yang tersusun vertikal di tengah punggung ponsel. Selain kamera, ada dual LED Flash untuk mengoptimalkan hasil jepretan di kondisi low light dan sensor fingerprint. Pada bagian bawah, ada tulisan Pocophone dengan font kecil yang membuat ponsel ini nampak simpel.

Pada bagian sisiannya, seragam dengan ponsel-ponsel lainnya. Di bagian kanan, ada tombol volume dan power, sementara di sisi sebaliknya ada SIM tray hybrid. Buat yang nggak tau, SIM Tray hybrid ini berarti hanya memiliki dua slot kartu. Jadi lo harus memilih, Geeqs, lo mau pakai dual nano-sim, atau satu nano-sim dengan MicroSD yang mendukung sampai 256GB. Sisanya, di bagian atas ada jack 3,5mm dan dibagian bawah ada Port USB-C yang diapit lubang speaker.

Menurut Geeqy, bodi dari Pocophone F1 ini masalah selera ya, Geeqs. Kebetulan Geeqy pribadi suka dengan gadget-gadget dengan penampilan down to earth, jadinya sangat nggak masalah dengan penampilan Pocophone F1 yang sedikit bersahaja.

 

OS dan Fitur

Sebagai ponsel besutan sub-brand Xiaomi, Pocophone F1 masih mengadopsi user interface (UI) MIUI 9. Namun jangan salah, UI ini udah terkustomisasi dengan berbagai konfigurasi yang mengoptimalkan Pocophone F1, oleh karena itu UI ini disebut MIUI 9 for Poco. Untuk sistem operasi, tentunya ponsel ini udah menggunakan Android 8.1 Oreo dan dipastikan mendapat update Android Pie.

Membahas lebih lanjut soal MIUI 9 for Poco, UI ini membuat Pocophone F1 lebih ringan dan lebih cepat dengan bloatware yang tersusun rapih. UI ini pun tetap mempertahankan App Drawer dengan cara mengusap layar ke atas untuk menampilkan lebih banyak aplikasi yang terpasang. Yang paling Geeqy suka dari UI ini adalah cepatnya proses boot ketika ponsel dinyalakan.

Untuk fiturnya sendiri, terdapat kategori-kategori aplikasi yang cukup menarik, yaitu komunikasi, belanja, game, hiburan, berita, fotografi, sampai ada juga kategori warna. Warna ini cukup menarik, Geeqs. Dengan kategori ini, aplikasi seperti WhatsApp dan Tokopedia yang berwarna hijau bisa disatukan dalam satu folder. Walau nirfaedah, tetapi estetik.

Yang paling Geeqy suka adalah tertanamnya LiquidCool Technology yang berfungsi sebagai sistem thermal di Pocophone F1. Hal ini yang membuat ponsel ini tampak istimewa. Karena, dari menjamurnya ponsel-ponsel seharga Rp 4 jutaan, belum ada yang menanamkan sistem pendingin seperti Pocophone F1. Biasanya thermal sistem ini tertanam di ponsel-ponsel gaming doang, Geeqs.

 

Performa dan Baterai

Sebagai ponsel yang ditenagai Snapdragon 845 termurah, pembahasan ini yang pastinya ditunggu-tunggu, Geeqs. Untuk unit yang Geeqy pakai adalah varian dengan spesifikasi terendah, yaitu paduan RAM 6GB dan internal storage 64GB.  Untuk varian lainnya, memakai RAM 6GB dan internal storage 128GB dan Armoured Edition dengan kombinasi RAM 6GB dan internal storage 128GB juga.

Performa dari ponsel ini tentunya sangat dipengaruhi dengan chipset flagship Qualcomm, yaitu Snapdragon 845 yang clockspeed-nya bisa mencapai 2,8GHZ dengan paduan Adreno 630. Seperti yang udah Geeqy bahas sebelumnya, di bagian dalam Pocophone F1 ini tersemat LiquidCool Technology yang pastinya menjadi sangat signifikan bila dibandingkan vendor-vendor lain.

Dalam pemakaian, yang Geeqy rasain benar-benar zero mistake.  Mulai dari mengakses browser, membuka tab yang banyak, sampai bermain game-game HD pun lancar jaya. Saat bermain PUBG Mobile, Geeqy menaruh setting grafis di HDR (soalnya UltraHD belum tersedia di PUBGM versi sekarang), frame rate Ultra dengan Style Realistic. Hasilnya? Sangat memuaskan, nggak ada lag, delay, atau lemot karena rendering kelamaan. Yang paling pasti, diluar grafis yang memanjakan mata, sensasi 60 fps-nya juga berasa.

Meskipun ketika peluncuran Pocophone mengklaim mendapatkan skor AnTuTu benchmark mencapai 290 ribuan poin, tetapi dari Pocophone F1 yang Geeqy pakai hanya mencapai 260 ribu poin tanpa tools apapun. Eits, ini bukan berarti Pocophone bohong ya, karena konfigurasi yang Geeqy pakai benar-benar murni sebagai user, nggak di-setting apa-apa dengan pemakaian udah lebih dari dua mingguan. Mencoba platform lain, yaitu Geekbench benchmark, Pocophone F1 mendapat single-core mencapai 2,4 ribuan poin dengan skor multi-core mencapai hampir 9 ribu poin.

Hasil gambar untuk pocophone f1 geekbench

Perlu diketahui juga, Snapdragon 845 yang ditanam di Pocophone F1 sudah AIE atau Artificial Intelligence Engine, sehingga kinerja ponsel ini bisa lebih teroptimasi dengan lebih baik dan pintar.

Pada sektor baterai, Pocophone F1 bisa dibilang sangat memanjakan. Dengan besaran kapasitas mencapai 4.000 mAh, ponsel ini bisa dipakai seharian tanpa charging kalau lo Cuma normal user yang bulak balik buka media sosial dan gunain ponsel seperlunya. Kalau lo heavy user yang memanfaatkan ponsel ini untuk bermain game, pengalaman Geeqy juga cukup menakjubkan.

Saat dipakai terus menerus bermain PUBG Mobile, seenggaknya lo bisa dapetin enam Winner Winner Chicken Dinner tanpa perlu charging. Meskipun lo bermain game sambil charging, Geeqy pun nggak temui kendala yang signifikan pada gameplay, Geeqs. Yang paling Geeqy senang dari ponsel ini, baik dipakai terus-terusan atau sambil di-charge, baterai nggak terasa panas. Namun, Geeqy saranin jangan pakai ponsel apapun sambil di-charge, karena bisa mengurangi lifetime baterai ponsel itu sendiri.

Karena sudah dilengkapi dengan Quick Charge 3 dengan adapter 9V/2A dan kabel USB-C, charging Pocophone F1 nggak perlu memakan waktu banyak, Geeqs. Sayangnya, karena materialnya plastik, Pocophone F1 belum support wireless charging.Selain itu, harus menunggu update untuk menggunakan indikator persentase baterai. Jadinya untuk sekarang ini, untuk mengetahui sisa berapa persen baterai lo, harus buka notification tray dulu.

Dari pengalaman Geeqy soal performa, ponsel ini sangat nikmat dan memuaskan untuk dipakai. Bisa dibilang, di kelas harga Rp 4 jutaan, performa ponsel ini nggak tertandingi.

Kamera

Mumpuni adalah kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan kamera dari Pocophone F1. Kamera dari ponsel ini sama sekali nggak jelek, tetapi juga nggak bisa dibilang yang terbaik di kelasnya. Dalam pencahayaan yang bagus, kombinasi kamera ganda 12MP dan 5MP memang cukup memukau dalam menampilkan detail jepretan.

Untuk mode portrait yang bisa menghasilkan bokeh, bisa dibilang hampir sempurna kalau dipakai di luar ruangan. Blurnya natural dengan seleksi yang nggak berlebihan. Sebenarnya di low light pun bukan masalah, tetapi performanya masih belum terlalu konsisten. Ketika di low light, terkadang pengambilan fokus objek terasa lebih tricky.

Untuk kamera depan, kamera dengan resolusi 20MP milik Pocophone F1 cukup memuaskan. Seenggaknya, untuk update Instagram atau media sosial lainnya, kamera ponsel ini bisa diandalkan. Tentunya, kamera  depan juga memiliki mode beautify. Menariknya, beautify Pocophone F1 buat Geeqy nggak terlalu berlebihan, seenggaknya hasil jepretannya jadi nggak kelihatan bohong-bohong banget.

Untuk resolusi video, Pocophone F1 mampu menghasilkan resolusi Ultra HD 4K, FHD 1080p, dan HD 720p yang bisa dipilih di menu Settings kamera.

Buat Geeqy, overall kameranya asik, tapi bukan kamera paling asyik yang pernah Geeqy coba di ponsel-ponsel Rp 4 jutaan. Namun, ini sepadan banget dengan harganya. Bahkan awalnya Geeqy mengira kalau sektor kamera akan sangat dikorbankan, nyatanya nggak juga kok, Geeqs.

 

Kesimpulan

Bisa dibilang membeli Pocophone F1 adalah pengeluaran Rp 4,5 juta terbaik dari sektor gadget. Jujur, untuk lo yang cari ponsel berperforma matang dengan harga kentang, Pocophone F1 adalah jawabannya. Namun kalau lo beneran beli ponsel ini, lo harus siapin uang lebih buat seenggaknya modalin hard case buat jaga-jaga kalau jatuh.

Kelebihan

Kekurangan

Gratisan Jelly case

Tanpa NFC

SoC Snapdragon 845 AIE

Sim Tray Hybrid

Kamera cukup memuaskan

Desain down to earth

LiquidCool Technology

Berbahan Polycarbonat

Baterai besar + Fast Charging

Layar LCD

 

 

8.6

Nilai Keseluruhan
Design
8.0
Features
9.0
Performance
9.0
Film & TV

War Machine Bakal Punya Hulkbuster di Avengers: End Game?

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
War Machine Bakal Punya Hulkbuster di Avengers: End Game?

Memanfaatkan momen Avengers: End Game, LEGO turut meluncurkan mainan yang bakal jadi senjata baru di film puncak Marvel Cinematic Universe ini, Geeqs. Kebet penampakannya di bawah sini nih.

Geeq.id, Jakarta – Berbagai bocoran seputar Avengers: End Game mencuat di dunia maya jelang penayangannya. Bahkan, LEGO juga ikut membocorkan film keempat Avengers tersebut, dengan meluncurkan mainan Hulkbuster versi War Machine.

Dilansir dari linimasa, mainan ini tersedia dalam satu set yang terdiri dari motor Captain America dan pejawat jet Avengers yang dinamakan Super Quinjet. Munculnya LEGO tersebut tentu menimbulkan spekulasi kalo James Rhodes alias War Machine bakal memiliki senjata baru berupa Hulkbuster seperti milik Iron Man.

Bocoran ini sekaligus menjawab cuplikan Avengers: End Game yang menampilkan Steve Rogers dan Black Widow berada dalam pesawat jet. Kalo benar mereka akan menggunakan Quinjet yang baru, itu bakal bikin para Avengers terlihat makin keren, karena desain pesawat ini tampak lebih elegan dengan warna biru dan logo Avengers di sisi kirinya.

Bisa jadi apa yang dibocorkan LEGO ini akan muncul di trailer final Avengers: End Game, Geeqs. Kabarnya, teaser anyarnya bakal ditayangkan saat malam penghargaan Oscar pada 24 Februari 2019 nanti.

Avengers: End Game akan ditayangkan di Amerika Serikat pada 26 April 2019. Gimana menurut lo penampakan LEGO Hulkbuster versi War Machine ini, Geeqs?

Subscribe to our newsletter

CONNECT WITH US

Film & TV

Wah, Muten Roshi Ada di Dunia Nyata, Lho!

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Wah, Muten Roshi Ada di Dunia Nyata, Lho!

Salah satu karakter ikonis di manga atau anime Dragon Ball adalah Jin Kura-kura atau Master Roshi. Nah, ternyata di dunia nyata ada kakek-kakek yang mirip sama Master Roshi ini, lho. Siapakah dia?

Geeq.id, Jakarta - Buat lo penggemar manga atau anime Dragon Ball, pasti tahu dong seorang kakek ahli silat yang merupakan guru dari Son Goku? Yup, dia adalah Kamesennin Master Roshi atau biasa dikenal jin kura-kura di Indonesia.

Nah, ternyata wujud dari kakek-kakek mesum ini gak cuma ada di anime Dragon Ball, lho. Di dunia nyata ada kakek-kakek yang mirip banget sama Master Roshi ini. Dia adalah Nhon Ly, seorang Vietnam berumur 55 tahun yang tinggal di San Diego, California, Amerika Serikat.

Mirip Master Roshi, Kakek Ly punya kepala plontos dan jenggot putih. Badannya pun kekar banget mirip Master Roshi dalam mode bertempur. Namun, yang membedakan adalah Kakek Ly ini master di bidang bodybuilding, bukan beladiri, Geeqs

Kakek beranak tiga ini merupakan anggota dari Internasional Federation of BodyBuilding and Fitness (IFBB) Profesional League atau federasi fitnes dan bodybuilding internasional. Selama kariernya, dia juga berprestasi di Amerika Serikat dan pernah menempati posisi ke-4 di US Championship 2011 dalam kategori lightweight.

Kakek Ly juga punya instagram yang diikuti sampai hampir 40 ribu followers. Bahkan, kebanyakan pengikutnya mengamini kemiripannya dengan Master Roshi, Geeqs.

Nah, kalo menurut lo kakek Ly ini mirip gak sama Muten Roshi?

Sainstek

Hoaks! Selama 350 Tahun Fosil Ini Dikira Unicorn

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Hoaks! Selama 350 Tahun Fosil Ini Dikira Unicorn

Kebayang gak kalo ditipu selama ratusan tahun? Inilah yang dialami warga Jerman yang yakin betul kalo fosil hewan bertanduk di museum mereka adalah unicorn. Padahal, faktanya sih jauh banget, Geeqs.

Geeq.id, Jakarta - Sebuah museum di Jerman yang bernama Museum Sejarah Alam Magdeburg memajang kerangka hewan bertanduk. Selama 350 tahun, warga jerman yakin betul bahwa fosil tersebut merupakan fosil unicorn. Unicorn sendiri merupakan kuda bertanduk, yang biasanya muncul dalam dongeng-dongeng.

Keyakinan warga jerman selama 350 tahun soal kerangka unicorn akhirnya runtuh. Sebab, fosil hewan bertanduk yang selama ini mereka kira unicorn, sebenarnya adalah badak berbulu. Dikutip dari IFL Science, spesies tersebut udah punah dan hidup di sebagian besar Eurasia sampai akhir Zaman Es terakhir.

Tapi kok bisa-bisanya ya orang-orang Jerman percaya kalo itu unicorn? Yah, kalo kembali ke Jerman di abad-17, semua orang bakal mengamini bahwa tulang-tulang itu adalah unicorn. Keyakinan ini juga bakal dicetuskan para cendekiawan di masa itu, lho.

Masih dikutip dari IFL Sciene, perkara tulang uncorn ini jadi heboh sejak penemuannya pertama kali di sebuah gua di pegunungan dekat kota Quedlinburg, Jerman tahun 1663. Seorang ilmuwan Prusia, Otto von Geuricke tertarik banget sama temuan itu. Kemudian ia menyimpulkan, fosil tersebut emang unicorn.

Laporan soal fosil berakhir dengan sebuah ilustrasi dari sebuah buku yang ditulis Gottfried Leibniz, seorang cendekiawan terkenal Jerman. Nah, parahnya, tulisan yang berdasarkan tulang gak lengkap itu kemudian dijadikan petunjuk oleh para ahli.

Dalam artikel yang dimuat di jurnal Nature, Leibniz menyimpulkan bahwa tulang aneh itu adalah milik unicorn. "Tanduk, kepala, beberapa tulang rusuk, tulang belakang, dibawa ke tempat kepala biara," tulisnya dalam buku sejarah geologi dan alam Protogaea (1690-1691).

Begitulah asal mula hoaks yang berlangsung selama 350 tahun. Saking lamanya bisa aja masuk rekor MURI nih.

Tekno

Tega! Gara-gara PUBG, Pria Ini Tinggalkan Istrinya

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Tega! Gara-gara PUBG, Pria Ini Tinggalkan Istrinya

Efek bermain game emang macam-macam, Geeqs. Salah satu yang terbaru ternyata bisa bikin seorang pria meninggalkan istri dan anak-anaknya, lho. Wah, kok bisa ya? Simak deh kronologisnya di bawah sini.

Geeq.id, Jakarta – Demam game PlayerUnknown’s Batllegrounds emang meraja rela banget di berbagai kalangan. Bahkan, sampai membuat seorang pria di Malaysia tega meninggalkan istrinya yang tengah hamil, Geeqs.

Dilansir dari World of Buzz, kejadian ini diceritakan sang istri lewat Facebook-nya. Ia mengatakan suaminya kabur dari rumah meninggalkan dirinya yang baru hamil empat bulan, dan anaknya yang berusia tiga tahun.

Begitu mengenal PUBG lewat saudaranya, lama-lama sang suami menjadi ketagihan bermain game bergenre battle royale ini. Dari situ lah hubungan keduanya mulai dilanda pertengkaran lantaran si suami kerap begadang buat main PUBG, hingga susah bangun pagi. Hal ini membuat pekerjaan dan bisnisnya jadi terbengkalai, Geeqs.

Begitu diingatkan, pria ini justru malah menyebut istrinya nusyuz, istilah untuk seorang istri yang gak mendukung suaminya. Imbasnya, sang suami akhirnya kabur dari rumah dan belum kembali sampai sekarang.

Kejadian ini pun menjadi viral di dunia maya, Geeqs. Lewat postingannya di Facebook, sang istri pun berharap suaminya cepat sadar dan segera pulang. Ia menuliskan,

“Sudah sebulan sejak dia meninggalkan kami. Kami sekarang tidak punya pilihan selain berdikari melalui kesulitan apa pun yang mungkin datang. Sebelum dia mulai bermain PUBG, kepribadiannya jauh lebih bisa ditoleransi. Namun, situasinya berangsur-angsur bertambah buruk sejak pertama kali mulai bermain game empat tahun lalu. Tolong doakan dia akan kembali ke keluarga kami."

Nah, buat para pemain PUBG, jangan sampai game bikin lo jadi orang yang gak bertanggung jawab ya, Geeqs!

Film & TV

Superman Bakal Jadi Cameo di Film Shazam?

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Superman Bakal Jadi Cameo di Film Shazam?

Salah satu superhero DC dikabarkan bakal tampil sebagai cameo di film Shazam nih. Penasaran sama adegan kemunculannya? Simak di bawah sini, yuk!

Geeq.id, Jakarta – Usai Aquaman, DC siap merilis film Shazam yang menampilkan Zachary Levi sebagai karakter utamanya. Nah, menurut rumor terbarunya nih, kabarnya Superman bakal tampil sebagai cameo di film ini, Geeqs. Wah, Henry Cavill bukan ya?

Dilansir dari Geektyrant yang mengutip We Got This Covered, Superman akan tampil dalam film garapan sutradara David F. Sandberg ini. Namun, karena Cavill belum memungkinkan untuk kembali ke studio, jadi karakter manusia super ini bakal diperankan oleh stuntman, Geeqs.

Menurut sumbernya, Man of Steel gak akan muncul untuk membantu Shazam melawan musuhnya. Tapi, lebih ke adegan humornya saat Freddy Freeman (Jack Dylan Grazer) meminta Billy Batson (Asher Angel) ke sekolahnya dengan tampilan Shazam untuk membuktikan kepada teman-temannya kalo dia kenal dengan sang superhero.

Di adegan terakhir, Shazam akhirnya muncul dan mengatakan kalo ia membawa supehero lainnya. Di sini lah, Superman masuk ke dalam ruangan tanpa disorot wajahnya, Geeqs.  Shazam akan dirilis di Amerika Serikat pada 5 April 2019.

Wah, semoga kabar Cavill belum siap tampil sebagai cameo dalam film ini cuma rumor ya buat bikin surprise para penonton, Geeqs.

Sainstek

Percaya Unicorn? Ini Awal Mula Mitosnya

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Percaya Unicorn? Ini Awal Mula Mitosnya

Sebelum unicorn jadi terkenal kayak sekarang, orang-orang inilah yang lebih dulu mempopulerkannya. Ada yang bikin fabel, ada yang nambahin bumbu, ada pula yang mengangkatnya jadi isu debat capres. Tapi, asal mula kisahnya bisa kamu temukan di bawah sini.

Geeq.id, Jakarta - Unicorn lagi ramai diperbincangkan warganet maupun warga kompleks. Hal ini dikarenakan calon presiden Prabowo Subianto salah mengartikan unicorn saat ditanya lawannya, Joko Widodo, saat debat capres. Namun sebelum itu, unicorn udah lebih dulu jadi perbincangan. Gara-garanya temuan fosil unicorn oleh para peneliti.

Unicorn sendiri merupakan kuda bertanduk yang populer dalam dunia fiksi. Sosoknya yang kerap diceritakan dalam dongeng atau animasi bikin unicorn jadi salah satu hewan tersohor di dunia. Lalu dari mana awal mula mitos unicorn beredar?

Nah, menurut Dorothy Ann Bray, pakar mitologi dari McGill University, Kanada, dalam jurnal American Journal of Applied Sciences, cerita unicorn muncul dari cerita masyarakat. Ia menuliskan,

"Juga, interpretasi yang salah dari badak bercula."

Lebih lanjut Bray menjelaskan, legenda unicorn pertama kali muncul dari sebuah buku dongeng tentang hewan-hewan anonim berjudul Physiologus. Buku dari abad ke-2 yang dikompilasi di Alexandria, Mesir, tersebut memuat deskripsi soal unicorn.

Lalu orang-orang abad pertengahan meminjam fabel tersebut dan menjadikannya sebagai mitos. Nah, sama pengarang-pengarang kisah Bestiary (fabel tentang hewan monster) abad pertengahan, makna unicorn dibikin luas lagi menjadi simbol kristus dan kemurnian. Bray menambahkan,

"Orang-orang abad pertengahan berpikir hanya seorang perawan yang bisa menjinakkan unicorn."

Selain itu, orang abad pertengahan percaya, cula unicorn bisa menetralkan racun dan menyembuhkan segala macam penyakit.

Wah, kalo lo percaya sama mitos unicorn yang mana, Geeqs?

Tekno

Wah, Unicorn Ini Ternyata Pernah Lo Tunggangi, Lho!

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Wah, Unicorn Ini Ternyata Pernah Lo Tunggangi, Lho!

Siapa bilang unicorn cuma ada dalam dongeng? Buktinya, di Indonesia ada empat, bahkan salah satunya pernah lo tunggangi, lho. Gak percaya? Coba buktiin di bawah sini.

Geeq.id, Jakarta - Menurut studi, unicorn pernah ada di Bumi. Fosilnya pun juga udah ditemukan, lho. Namun, ke mana unicorn sekarang? Masih ada, kok. Bahkan, di Indonesia sendiri ada empat unicorn, Geeqs. Tanpa disadari, lo pernah tunggangi salah satunya, lho.

Eits, unicorn yang Geeqy maksud bukan kuda bertanduk yang ada di dongeng-dongeng, ya. Unicorn yang ini adalah istilah dalam dunia perusahaan rintisan alias startup. Istilah ini kerap dipakai pada industri perusahaan teknologi buat mendefinisikan perusahaan privat yang punya nilai valuasi lebih dari US$1 miliar.

Kenapa pakai nama unicorn? Soalnya ajaib, Geeqs. Jarang banget ada perusahaan startup yang bisa bertahan sampai bisa menghasilkan valuasi sebesar itu.

Nah, sekarang ini ada delapan unicorn di Asia Tenggara. Empat di antaranya merupakan unicorn asal Indonesia. Siapa aja unicorn-unicorn itu?

Traveloka

Traveloka dibuat oleh Ferry Unardi dan dua rekannya. Platform perpesanan tiket daring (online) ini lahir tahun 2012. Pada 2017, perusahaan ini mengukuhkan dirinya sebagai unicorn. Perusahaan berlogo burung biru ini menjadi unicorn setelah mendapatkan pendanaan dari Expedia, perusahaan sejenis milik asing.

Tokopedia

E-Commerce besutan William Tanuwijaya ini hadir tahun 2009. Tokopedia berhasil menjadi unicorn kedua usai mendapat pendanaan dari Alibaba pada 17 Agustus 2017.

Bukalapak

Platform e-commerce yang akhir-akhir ini ramai jadi buah bibir ini didirikan pada tahun 2010. Pendirinya adalah Achmad Zaky. Sekarang Bukalapak menjadi unicorn keempat yang ada di Indonesia.

Go-Jek

Ini dia unicorn yang pernah lo tunggangi. Perusahaan yang digawangi Nadiem Makariem ini berdiri sekitar tahun 2010. Gojek menjadi unicorn pertama yang 'lahir' di Indonesia pada 2016 lalu. Perusahaan ini juga tepat saat usianya menginjak 6 tahun. Saat itu, Gojek menerima pendanaan senilai US$ 550 juta dari konsorsium delapan investor yang digawangi Sequoia Capital.

Nah, selain Gojek, unicorn mana lagi yang pernah lo naikin, Geeqs?

Sainstek

Gak Cuma Dalam Dongeng, Unicorn Ternyata Ada di Dunia Nyata

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Gak Cuma Dalam Dongeng, Unicorn Ternyata Ada di Dunia Nyata

Gak selamanya sosok fiksi dalam dongeng hanya tokoh khayalan belaka. Bisa aja emang ada, tapi udah punah. Salah satunya yang pernah eksis adalah unicorn. Kuda bertanduk ini ternyata pernah ada, lho. Percaya?

Geeq.id, Jakarta - Unicorn merupakan salah satu hewan yang populer dalam dunia dongeng. Sosoknya digambarkan seperti kuda bertanduk yang ajaib. Namun, sayangnya sebagian orang menganggap keberadaan unicorn hanya isapan jempol dan dongeng belaka. Padahal, faktanya makhluk ini pernah eksis di Bumi, lho.

Dilansir dari FeedMe, hewan ini memiliki nama Elasmotherium sibiricum. Soal bentuknya berlawanan jauh seperti unicorn dalam dongeng, Geeqs. Unicorn yang ini bertubuh gempal dan berbulu lebat. Para ilmuwan menyebut hewan tersebut unicorn karena hewan itu memiliki tanduk di dahinya.

Seorang ilmuwan dari Tomsk State University, Rusia, bernama Andrei Valerievich Shpansky, bersama Valentina Nurmagmbetovna Aliyassova dan Svetlana Anatolievna Ilyina, peneliti dari Pavlodar State Pedagogical Institute, Kazakhstan, mengungkapkan, makhluk serupa unicorn ini asalnya dari fosil yang ditemukan di kawasan Siberia.

Soal fakta unicorn ini bahkan ada studinya lho, Geeqs. Sebagaimana dikutip dari Phys.org, dalam jurnal American Journal of Applied Sciences mengungkapkan kondisi lingkungan pada era unicorn purba. Di situ tertulis,

"Memahami masa lalu membuat prediksi kita tentang masa depan akan lebih akurat."

Sayangnya, fosil culanya gak pernah ditemukan, Geeqs. Eits, meski begitu, unicorn bukan hoaks kayak kabar yang suka ada di grup WhatsApp. Menurut tim peneliti tadi, tanduk unicorn zaman purba bisa tumbuh mencapai satu meter.

Oh iya, penemuan sisa tulang unicorn berawal dari kisah Suku Tatar di Siberia. Menurut cerita suku tersebut, tanduk unicorn gede banget sampai-sampai butuh kereta luncur buat mengangkutnya.

Lantas ke mana para unicorn pergi? Kalo menurut analisis kondisi fosil sih, iklim Siberia saat itu bikin banyak Elasmotherium sibiricum mati. Kemudian mereka pindah ke daratan Kazakhstan, dan akhirnya punah, deh.

Gimana, jadi lega kan setelah tau unicorn gak cuma ada dalam dunia dongeng?