Tekno

[Review] Pocophone F1: Nikmat Smartphone yang Nggak Bisa Didustakan

Andhika Dwi Putra | 17 September 2018 - 06:15
[Review] Pocophone F1: Nikmat Smartphone yang Nggak Bisa Didustakan

Kali ini Geeqy mau telanjangin abis-abisan ponsel besutan dari sub-brand Xiaomi, yaitu Pocophone F1. Dengan harga Rp 4 jutaan, nikmat smartphone ini benar-benar nggak bisa didustakan. Penasaran? Simak ulasan berikut ini, Geeqs.

Geeq.id, Jakarta – Di kuartal III tahun 2018 ini kayaknya banyak smartphone yang bertarung di kelas harga Rp 4 jutaan sampai Rp 5 jutaan. Ada yang mengandalkan kamera sebagai nilai jualnya, ada yang menawarkan layar AMOLED, dan ada juga yang menawarkan fingerprint in display. Pocophone berbeda, lewat Pocophone F1, mereka menawarkan performa gahar ala ponsel belasan juta.

Awal mendengar ponsel ini Geeqy sempat meremehkan Pocophone F1. Pasalnya,smartphone yang udah memboyong chipset flagship Qualcomm Snapdragon 845 ini dibandrol sangat murah, yaitu Rp 4,5 jutaan untuk varian RAM 6GB dan internal storage 64GB. Firasat Geeqy, pasti akan ada banyak sektor yang bakal dipangkas habis-habisan.

Ternyata bener aja, Pocophone F1 melakukan diet di beberapa sektor untuk mem-boosting performa Pocophone F1. Lalu bagaimana output yang dihasilkan oleh ponsel ini? Simak ulasan jujur Geeqy dibawah ini.

Body tour

Kembali mengingatkan, Pocophone F1 melakukan banyak perampingan agar bisa mengejar harga yang ramah kantong. Menurut Pocophone, hal ini didasari agar mereka bisa mempersembahkan ponsel premium yang bisa dijangkau oleh banyak orang. Oleh karena itu, sektor desain atau bodi ponsel ini juga mendapat sedikit perampingan.

Walau bezel-less, tepian ponsel ini masih terlihat tebal. Nggak cuma itu, notch atau poni dari Pocophone juga terlihat lebih gembrot dibanding ponsel berponi lainnya. Ponsel yang mengusung layar 6,18 inci ini juga memiliki kelemahan yang cukup mengganggu, yaitu penggunaan layar LCD yang memiliki kontras dan tone warna yang nggak tajam.

Sebenarnya ada kelemahan lainnya, tapi masih dalam level pemakluman untuk Geeqy, yaitu penggunaan bahan plastik (policarbonat) pada bagian punggung ponsel ini. Biasanya, ponsel-ponsel flagship menggunakan bahan glass atau metal agar tampak kokoh dan premium. Namun dengan harga yang ditawarkan, patut dimaklumim lah, Geeqs.

Body tour ke bagian depan atas ponsel, seperti yang Geeqy ungkap barusan, poni Pocophone F1 tampil lebih jenong. Namun hal ini bukan tanpa maksud, karena poni ini duganakan untuk menaruh Earpiece, kamera depan 20MP, dan sensor infrared untuk mengaktifkan fitur keamanan Face Unlock.

Pada bagian depan bawah, dagu ponsel ini tampil rounded atau membudar, berbeda dengan vendor lainnya yang masih terkesan kaku. Alih-alih menggunakan tombol fisik, tombol navigasi utama: recent, home, dan back udah tertanam di layar. Dengan nggak adanya tombol fisik, Pocophone F1 menjadi terlihat lega, Geeqs.

Move on ke bagian belakang, ada kamera ganda beresolusi 12MP dan 5MP yang tersusun vertikal di tengah punggung ponsel. Selain kamera, ada dual LED Flash untuk mengoptimalkan hasil jepretan di kondisi low light dan sensor fingerprint. Pada bagian bawah, ada tulisan Pocophone dengan font kecil yang membuat ponsel ini nampak simpel.

Pada bagian sisiannya, seragam dengan ponsel-ponsel lainnya. Di bagian kanan, ada tombol volume dan power, sementara di sisi sebaliknya ada SIM tray hybrid. Buat yang nggak tau, SIM Tray hybrid ini berarti hanya memiliki dua slot kartu. Jadi lo harus memilih, Geeqs, lo mau pakai dual nano-sim, atau satu nano-sim dengan MicroSD yang mendukung sampai 256GB. Sisanya, di bagian atas ada jack 3,5mm dan dibagian bawah ada Port USB-C yang diapit lubang speaker.

Menurut Geeqy, bodi dari Pocophone F1 ini masalah selera ya, Geeqs. Kebetulan Geeqy pribadi suka dengan gadget-gadget dengan penampilan down to earth, jadinya sangat nggak masalah dengan penampilan Pocophone F1 yang sedikit bersahaja.

 

OS dan Fitur

Sebagai ponsel besutan sub-brand Xiaomi, Pocophone F1 masih mengadopsi user interface (UI) MIUI 9. Namun jangan salah, UI ini udah terkustomisasi dengan berbagai konfigurasi yang mengoptimalkan Pocophone F1, oleh karena itu UI ini disebut MIUI 9 for Poco. Untuk sistem operasi, tentunya ponsel ini udah menggunakan Android 8.1 Oreo dan dipastikan mendapat update Android Pie.

Membahas lebih lanjut soal MIUI 9 for Poco, UI ini membuat Pocophone F1 lebih ringan dan lebih cepat dengan bloatware yang tersusun rapih. UI ini pun tetap mempertahankan App Drawer dengan cara mengusap layar ke atas untuk menampilkan lebih banyak aplikasi yang terpasang. Yang paling Geeqy suka dari UI ini adalah cepatnya proses boot ketika ponsel dinyalakan.

Untuk fiturnya sendiri, terdapat kategori-kategori aplikasi yang cukup menarik, yaitu komunikasi, belanja, game, hiburan, berita, fotografi, sampai ada juga kategori warna. Warna ini cukup menarik, Geeqs. Dengan kategori ini, aplikasi seperti WhatsApp dan Tokopedia yang berwarna hijau bisa disatukan dalam satu folder. Walau nirfaedah, tetapi estetik.

Yang paling Geeqy suka adalah tertanamnya LiquidCool Technology yang berfungsi sebagai sistem thermal di Pocophone F1. Hal ini yang membuat ponsel ini tampak istimewa. Karena, dari menjamurnya ponsel-ponsel seharga Rp 4 jutaan, belum ada yang menanamkan sistem pendingin seperti Pocophone F1. Biasanya thermal sistem ini tertanam di ponsel-ponsel gaming doang, Geeqs.

 

Performa dan Baterai

Sebagai ponsel yang ditenagai Snapdragon 845 termurah, pembahasan ini yang pastinya ditunggu-tunggu, Geeqs. Untuk unit yang Geeqy pakai adalah varian dengan spesifikasi terendah, yaitu paduan RAM 6GB dan internal storage 64GB.  Untuk varian lainnya, memakai RAM 6GB dan internal storage 128GB dan Armoured Edition dengan kombinasi RAM 6GB dan internal storage 128GB juga.

Performa dari ponsel ini tentunya sangat dipengaruhi dengan chipset flagship Qualcomm, yaitu Snapdragon 845 yang clockspeed-nya bisa mencapai 2,8GHZ dengan paduan Adreno 630. Seperti yang udah Geeqy bahas sebelumnya, di bagian dalam Pocophone F1 ini tersemat LiquidCool Technology yang pastinya menjadi sangat signifikan bila dibandingkan vendor-vendor lain.

Dalam pemakaian, yang Geeqy rasain benar-benar zero mistake.  Mulai dari mengakses browser, membuka tab yang banyak, sampai bermain game-game HD pun lancar jaya. Saat bermain PUBG Mobile, Geeqy menaruh setting grafis di HDR (soalnya UltraHD belum tersedia di PUBGM versi sekarang), frame rate Ultra dengan Style Realistic. Hasilnya? Sangat memuaskan, nggak ada lag, delay, atau lemot karena rendering kelamaan. Yang paling pasti, diluar grafis yang memanjakan mata, sensasi 60 fps-nya juga berasa.

Meskipun ketika peluncuran Pocophone mengklaim mendapatkan skor AnTuTu benchmark mencapai 290 ribuan poin, tetapi dari Pocophone F1 yang Geeqy pakai hanya mencapai 260 ribu poin tanpa tools apapun. Eits, ini bukan berarti Pocophone bohong ya, karena konfigurasi yang Geeqy pakai benar-benar murni sebagai user, nggak di-setting apa-apa dengan pemakaian udah lebih dari dua mingguan. Mencoba platform lain, yaitu Geekbench benchmark, Pocophone F1 mendapat single-core mencapai 2,4 ribuan poin dengan skor multi-core mencapai hampir 9 ribu poin.

Hasil gambar untuk pocophone f1 geekbench

Perlu diketahui juga, Snapdragon 845 yang ditanam di Pocophone F1 sudah AIE atau Artificial Intelligence Engine, sehingga kinerja ponsel ini bisa lebih teroptimasi dengan lebih baik dan pintar.

Pada sektor baterai, Pocophone F1 bisa dibilang sangat memanjakan. Dengan besaran kapasitas mencapai 4.000 mAh, ponsel ini bisa dipakai seharian tanpa charging kalau lo Cuma normal user yang bulak balik buka media sosial dan gunain ponsel seperlunya. Kalau lo heavy user yang memanfaatkan ponsel ini untuk bermain game, pengalaman Geeqy juga cukup menakjubkan.

Saat dipakai terus menerus bermain PUBG Mobile, seenggaknya lo bisa dapetin enam Winner Winner Chicken Dinner tanpa perlu charging. Meskipun lo bermain game sambil charging, Geeqy pun nggak temui kendala yang signifikan pada gameplay, Geeqs. Yang paling Geeqy senang dari ponsel ini, baik dipakai terus-terusan atau sambil di-charge, baterai nggak terasa panas. Namun, Geeqy saranin jangan pakai ponsel apapun sambil di-charge, karena bisa mengurangi lifetime baterai ponsel itu sendiri.

Karena sudah dilengkapi dengan Quick Charge 3 dengan adapter 9V/2A dan kabel USB-C, charging Pocophone F1 nggak perlu memakan waktu banyak, Geeqs. Sayangnya, karena materialnya plastik, Pocophone F1 belum support wireless charging.Selain itu, harus menunggu update untuk menggunakan indikator persentase baterai. Jadinya untuk sekarang ini, untuk mengetahui sisa berapa persen baterai lo, harus buka notification tray dulu.

Dari pengalaman Geeqy soal performa, ponsel ini sangat nikmat dan memuaskan untuk dipakai. Bisa dibilang, di kelas harga Rp 4 jutaan, performa ponsel ini nggak tertandingi.

Kamera

Mumpuni adalah kata yang paling tepat untuk mendeskripsikan kamera dari Pocophone F1. Kamera dari ponsel ini sama sekali nggak jelek, tetapi juga nggak bisa dibilang yang terbaik di kelasnya. Dalam pencahayaan yang bagus, kombinasi kamera ganda 12MP dan 5MP memang cukup memukau dalam menampilkan detail jepretan.

Untuk mode portrait yang bisa menghasilkan bokeh, bisa dibilang hampir sempurna kalau dipakai di luar ruangan. Blurnya natural dengan seleksi yang nggak berlebihan. Sebenarnya di low light pun bukan masalah, tetapi performanya masih belum terlalu konsisten. Ketika di low light, terkadang pengambilan fokus objek terasa lebih tricky.

Untuk kamera depan, kamera dengan resolusi 20MP milik Pocophone F1 cukup memuaskan. Seenggaknya, untuk update Instagram atau media sosial lainnya, kamera ponsel ini bisa diandalkan. Tentunya, kamera  depan juga memiliki mode beautify. Menariknya, beautify Pocophone F1 buat Geeqy nggak terlalu berlebihan, seenggaknya hasil jepretannya jadi nggak kelihatan bohong-bohong banget.

Untuk resolusi video, Pocophone F1 mampu menghasilkan resolusi Ultra HD 4K, FHD 1080p, dan HD 720p yang bisa dipilih di menu Settings kamera.

Buat Geeqy, overall kameranya asik, tapi bukan kamera paling asyik yang pernah Geeqy coba di ponsel-ponsel Rp 4 jutaan. Namun, ini sepadan banget dengan harganya. Bahkan awalnya Geeqy mengira kalau sektor kamera akan sangat dikorbankan, nyatanya nggak juga kok, Geeqs.

 

Kesimpulan

Bisa dibilang membeli Pocophone F1 adalah pengeluaran Rp 4,5 juta terbaik dari sektor gadget. Jujur, untuk lo yang cari ponsel berperforma matang dengan harga kentang, Pocophone F1 adalah jawabannya. Namun kalau lo beneran beli ponsel ini, lo harus siapin uang lebih buat seenggaknya modalin hard case buat jaga-jaga kalau jatuh.

Kelebihan

Kekurangan

Gratisan Jelly case

Tanpa NFC

SoC Snapdragon 845 AIE

Sim Tray Hybrid

Kamera cukup memuaskan

Desain down to earth

LiquidCool Technology

Berbahan Polycarbonat

Baterai besar + Fast Charging

Layar LCD

 

 

8.6

Nilai Keseluruhan
Design
8.0
Features
9.0
Performance
9.0
Game

Sambut Akhir Tahun, AOV Kasih Kejutan Ini

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Sambut Akhir Tahun, AOV Kasih Kejutan Ini

Mulai dari tampilan baru hingga penyesuaian kekuatan para Hero dalam game, inilah beberapa updatetan terbaru Arena of Valor di bulan Desember ini, Geeqs. Cekidot.

Geeq.id, Jakarta – Gak terasa kita udah memasuki penghujung tahun 2018, Geeqs. Hawa-hawa liburan natal dan tahun baru udah mulai terasa nih. Nah, buat lo pemain setia Arena of Valor, Garena Indonesia udah nyiapin updatetan spesial buat menyambut natal dan tahun baru, Geeqs. Yuk, simak kejutannya di bawah sini.

Tampilan Baru: Horizon Valley

Hasil gambar untuk horizon valley aov update desember

Peta Horizon Valley akan diberikan tampilan bertemakan pesta salju yang dihiasi dengan berbagai aksesoris menarik dan diselimuti dengan salju putih. Selain hero AOV, monster di arena pertarungan juga akan menerima tampilan bertemakan winter.

Mode Baru: The Snow Festival Transformation Clash

Hasil gambar untuk The Snow Festival Transformation Clash

Gak cuma menghiasi arena pertarungan menjadi lebih seru, Garena AOV Indonesia kali ini akan menghadirkan kekuatan dari masa lalu. Papa Kong atau yang dikenal juga dengan nama Dark Slayer, kembali hadir dan bahkan bisa ikut bertarung dalam mode terbaru, yaitu The Snow Festival Transformation Clash.

Mode game ini akan bisa dimainkan dalam mode Battle of Clones. Untuk berubah wujud, kalian perlu mengumpulkan energi dengan cara membunuh Minion, Monster Jungle, Kill, Assist ataupun menghancurkan Tower.

Ketika Energi yang kalian kumpulkan mencukupi jumlah yang dibutuhkan, akan terdapat tombol khusus yang bila diaktifkan akan mengubah kalian menjadi Papa Kong. Kalian bisa berubah menjadi Papa Kong (Dark Slayer) selama 40 detik. Selain Papa Kong, kalian juga bisa berubah menjadi karakter Monyet Kecil (Wild Monkey) selama 20 detik.

Fitur Baru: Hero Dance dan Legendary Zone

Hasil gambar untuk legendary zone aov

Untuk pertama kalinya lo bakal bisa mengekspresikan kegembiraan dalam permainan melalui fitur baru Hero Dance. Lumayan kan buat pamer dan bikin jengkel lawan.

Sementara itu di fitur Legendary Zone, Challengers akan diajak untuk membuktikan kehebatan permainan AOV kalian dengan meraih gelar eksklusifnya yaitu Legendary Ranking dan Server’s Best. Kalian hanya perlu mengumpulkan Legendary Power dengan memenangkan Ranked Game sebanyak-banyaknya. Legendary Power akan diberikan kepada hero yang kalian gunakan pada saat itu. Semakin banyak Legendary Power untuk hero tersebut yang kalian kumpulkan, semakin besar kesempatan kalian untuk meraih gelarnya dan mendominasi daerah kalian.

Gelar Legendary Ranking akan ditentukan setiap minggu dan gelar Server’s Best akan ditentukan setiap bulan. Jika kalian tidak berhasil meraih gelar di minggu pertama, kalian dapat mencoba meraih gelar di minggu selanjutnya. Bersama hero kesayangan kalian, kumpulkan Legendary Powernya dan jadilah pemain terbaik di tongkrongan lo!

Tampilan Makin HD

 

Hasil gambar untuk legendary zone aovSerunya lagi, di pembaruan kali ini tampilan game AOV akan dibuat menjadi lebih memanjakan mata para pemain dengan tampilannya yang lebih High Definition. Hero seperti Maloch akan terlihat lebih garang dimana detail-detail keren dari sayap, badan maupun pedangnya akan terlihat lebih jelas.

Hero Balance

Hasil gambar untuk item aov desember 2018

Biar gak ngebosenin, Garena AOV Indonesia kembali memberikan beberapa penyesuaian kepada hero-hero di dalam game. Beberapa di antara mereka baru saja mendapatkan Buff agar mampu bersaing dan masuk ke dalam Meta permainan.

Hero Baldum, Zephys, Rourke, Tel’Annas, Yorn, Ryoma, Wonder Woman, Lumburr, Joker, Taara, The Flash, Natalya, Mganga, Batman dan Murad menerima Buff.

Selanjutnya Hero Richter, Kriknak, Ignis, Lindis, Roxie, Raz, Mina, Kahlii, dan Wiro menerima Nerf. Sedangkan Hero Preyta, Ilumia, Zanis, dan Y’Bneth mendapatkan Adjustment atau penyesuaian skill lebih lanjut.

Item Adjustment

Hasil gambar untuk item aov desember 2018

 

Beberapa item di Horizon Valley juga mendapatkan penyesuaian demi keseimbangan di dalam game. Item The Beast mendapatkan perubahan pada Unique Passive LifeSteal miliknya berdasarkan hero atau item yang digunakan. Item Amulet of Longevity dan Odin’s Will mendapatkan perubahan yang cukup signifikan dari segi harga, status dan juga item yang dibutuhkan untuk membuat kedua item tersebut.

Pada patch terbaru ini, lo gak bisa menemukan Crimson Banner lagi, karena secara resmi item itu telah ditarik dari dalam game. Item Rock Shield, Soulreaver dan Bow of Slaughter mendapatkan sedikit Buff dalam prosesnya.

Itu dia beberapa pembaruan di game AOV jelang natal dan tahun baru ini, Geeqs. Biar makin seru, kasih tau juga dong temen-temen lo yang main AOV dengan share artikel ini ke mereka!

Subscribe to our newsletter

CONNECT WITH US

Sainstek

Suku di Jepang Ini Menganggap Beruang Sebagai Dewa

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Suku di Jepang Ini Menganggap Beruang Sebagai Dewa

Setiap suku yang tersebar di dunia memiliki tradisi yang beragam, Geeqs. Seperti yang dilakukan oleh suku di Jepang yang menganggap beruang sebagai jelmaan dewa, berikut ini.

Geeq.id, Jakarta – Di Jepang terdapat suku Ainu yang hidup dalam persembunyian. Mereka dikenal sebagai suku yang sangat mengagungkan beruang, bahkan menganggap hewan itu sebagai bentuk penyamaran dewa gunung di Bumi.

Dilansir dari National Geographic, awalnya mereka dianggap sebagai orang asing di Negeri Sakura hingga pemerintah Jepang akhirnya mengakui keberadaan suku Ainu sebagai penduduk asli negara tersebut pada 2008. Meski menghormati beruang, suku Ainu suka memburu hewan buas tersebut untuk dimakan, menggunakan bulunya untuk pakaian, dan tulang untuk membuat peralatan rumah.

Setiap musim semi, suku Ainu memiliki tradisi pengorbanan beruang yang disebut lyomante. Saat itulah mereka mulai berburu hewan ini, Geeqs. Tapi, gak boleh sembarangan, mereka harus mendapatkan anak beruang beserta induknya.

Dalam ritual tersebut, induk betina akan dikorbankan lebih dulu di mana rohnya akan dikirim ke dewa-dewa dalam upacara khusus. Sedangkan anak beruang akan dirawat dan dibesarkan terlebih dahulu selama dua tahun sebelum dikorbankan. Suku Ainu akan memperlakukan anak beruang layaknya anaknya sendiri, bahkan lebih baik karena anak beruang dianggap sebagai dewa.

Kalo pun anak beruangnya masih terlalu kecil dan belum memiliki gigi untuk mengunyah, wanita suku Ainu bersedia untuk menyusuinya, Geeqs. Baru saat beranjak dewasa, beruang itu akan dikembalikan kepada dewa dengan tradisi Iyomante. Beruang akan dibunuh dengan panah bambu yang telah dilumuri racun dari sebuah bunga bernama Aconitum yezoense dan dicekik dengan dua batang kayu.

Sebelum memulai ritual, sang eksekutor akan menguji racun tersebut dengan menempelkan pada lidahnya. Kalo ada efek terbakar, artinya racun ini udah cukup kuat untuk membunuh si beruang. Beruang yang telah mati akan dikuliti dan ditempatkan di depan altar.

Saat melakukan ritual Iyomante, suku Ainu akan menggenakan pakaian terbaik mereka. Para anggota suku akan berdoa, menari dan berpesta. Tradisi ini akan berlangsung selama tiga hari tiga malam untuk mengembalikan roh beruang ke alamnya.

Upacara akan berakhir saat kepala beruang ditempatkan di altar dan panah ditembakan ke arah timur agar rohnya dapat kembali ke gunung. Dengan berakhirnya ritual ini diharapkan dapat mengembalikan jiwa beruang kepada dewa gunung sebagai utusan desa yang terbaik dan terhormat.

Tradisi yang udah jadi budaya sejak abad ke-20 ini pun ditentang oleh Pemerintah Jepang pada awal tahun 1960-an. Meski demikian, suku Ainu tetap memuja dan menyembang beruang tanpa harus melakukan pengorbanan.

Wah, lo sendiri percaya gak kalo beruang itu jelmaan dewa, Geeqs?

Film & TV

Joget-jogetan, Gini Cara Ryuusouger Berubah

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Joget-jogetan, Gini Cara Ryuusouger Berubah

Meski bertema ksatria naga, Super Sentai pengganti Kaito Sentai Lupinranger Vs Keisatsu Sentai Patoranger bakal punya gaya berubah yang unik nih. Langsung aja deh cari tau gerakannya di bawah sini.

Geeq.id, Jakarta – Super Sentai 2019, Kishiryu Sentai Ryuusouger bakal punya pose berubah yang unik nih. Sebelum menjelma menjadi ksatria naga, mereka bakal nge-dance alias joget terlebih dahulu, Geeqs. Cara berubah dengan dance sebelumnya udah diterapkan pada Super Sentai ke-37, yaitu Zyuden Sentai Kyoryuger.

Seperti Geeqy dapet dari postingan akun Twitter @SentaiFive, terdapat katalog yang memperlihatkan visual Ryuusouger ini berubah, Geeqs. Sang ranger merah tampak berjoget dengan menggoyangkan kedua tangan dan kakinya usai mengaktifkan RyuSouls.

Sesuai temanya, RyuSouls ini juga bisa berubah menjadi ksatria dengan pedang dan tameng di kedua tangannya. Hingga kini baru ada enam RyuSouls yang dibocorkan lewat katalog Super Sentai ke-44 ini, Geeqs. Dengan menggunakan alat tersebut, mereka juga bisa mendapatkan armor berupa senjata di lengan kririnya.

Ryuusouger sendiri akan beranggotakan lima orang, yakni RyuSou Red, RyuSou Blue, RyuSou Pink, RyuSou Green dan RyuSou Black. Sang pemimpin alias ranger merah akan memiliki DX RyuSouOh yang berbentuk T-rex, DX Tricane berbentuk Triceratops untuk RyuSou Blue, DX Ankyloze atau Ankylosaurus milik RyuSou Pink, DX TigerLace yang berbentuk Sabretooth Tiger punya RyuSou Green, dan DX Milneedle untuk RyuSou Black.

Wah, jadi gak sabar mau ngeliat gaya mereka berubah. Siap-siap buat hafalin gerakannya ya, Geeqs.

Film & TV

Ini Penjelasan Post-Credit Scene Spider-Man: Into the Spider-Verse

Muhammad Arhan | 2 jam yang lalu
Ini Penjelasan Post-Credit Scene Spider-Man: Into the Spider-Verse

Salah satu film terbaru Spider-Man akhirnya meluncur dan sama kayak film-film superhero masa kini, film tersebut punya satu post-credit scene. Untuk yang udah menonton Spider-Man: Into the Spider-Verse, berikut penjelasan post-credit scene-nya.

Geeq.id, Jakarta - Spider-Man: Into the Spider-Verse akhirnya tayang dan menurut Geeqy film tersebut adalah film terbaik Spider-Man yang pernah ada, melewati harapan dari Spider-Man Tobey Maguire, Andrew Garfield, atau bahkan Tom Holland. Film besutan Sony Pictures ini merupakan film animasi yang menggunakan teknologi 3D dikombinasikan 2D sehingga menghasilkan animasi yang begitu mirip penggambaran di komik.

Salah satu alasan kenapa film ini disebut film Spider-Man terbaik, karena Spider-Man: Into the Spider-Verse menghadirkan Spider-Man dari berbagai universe, seperti Peter B. Parker, Spider-Man yang kehidupan rumah tangganya dengan Mary Jane berantakan, Spider-Gwen, Spider-Woman yang ceritanya mirip dengan The Amazing Spider-Man 2 tetapi kali ini yang tewas adalah Peter Parker, Spider-Noir dari tahun 1933, Penny Parker, gadis kecil yang mengendalikan robot Spider-Man bernama SP//dr, dan Spider-Ham, penggambaran Spider-Man dalam bentuk binatang.

Sama kayak film superhero lainna, Film yang masuk nominasi Best Animated Movie pada ajang Golden Globes Award 2018 ini juga memiliki satu post-credit scene yang memiliki relevansi bagi sekuel Spider-Man: Into the Spider-Verse. Berikut penjelasannya:

Penjelajahan ke masa depan dan masa lalu

Kalo kemunculan lima Spider-Man dalam satu film masih belum cukup, tunggu sampe salah satu Spider-Man lain muncul di post-credit scene. Adalah Miguel O’Hara atau lebih dikenal sebagai Spider-Man 2099 muncul di post-credit scene. Ia terlihat sedang mengamati aksi yang dilakukan Spider-Man lain melalui asisten hologramnya bernama Lyla. Dengan selamatnya multiverse akhirnya para Spider-Man kembali ke dunianya masing-masing, Miguel lalu memutuskan untuk melakukan petualangannya sendiri.

Spider-Man 2099 akhirnya pergi ke Earth-67, universe di mana serial animasi Spider-Man 1967 dimulai. Lantas apa arti dari post-credit scene ini?

Spider-Man 2099 melakukan perjalanan ke Double Identity, season satu dari serial animasi Spider-Man 1967 yang menceritakan seorang aktor yang meniru orang lain untuk kabur dari polisi. Adegan tunjuk-menunjuk yang ikonis tersebut merupakan salah satu adegan ketika aktor tersebut berpura-pura menjadi Spider-Man.

Untuk kasus Spider-Man: Into the Spider-Verse, gak jelas apa alasan Miguel melakukan perjalanan multiverse, tetapi karakternya yang diperankan oleh Oscar Isaac menunjukkan post-credit scene ini gak hanya sekadar lelucon.

Besar kemungkinan kalo Spider-Man 2099 akan mempunyai peran yang lebih besar di sekuel Spider-Man: Into the Verse. Meskipun masih belum tau akan seperti apa jalan cerita dari sekuel film ini, tetapi menambahkan Spider-Man 2099 adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan antusiasme penggemar Spider-Man.

Spider-Man: Into the Spider-Verse tayang 14 Desember 2018.

Film & TV

Bumblebee Dikejar Mobil Polisi di Cuplikan Terbaru

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Bumblebee Dikejar Mobil Polisi di Cuplikan Terbaru

Jelang peluncuran filmnya, Geeqy mau kasih lo salah satu cuplikan spin-off Bumblebee nih. Seru, dan bikin penasaran, berikut aksi Bee kejar-kejaran dengan mobil polisi, Geeqs.

Geeq.id, Jakarta – Buat yang nungguin film spin-off Bumblebee, ada satu cuplikan dari filmnya yang bisa lo tonton nih. Dalam video tersebut, Bee terlihat kejar-kejaran dengan mobil polisi di sebuah terowongan, Geeqs.

Awalnya, mobil Volkswagen Beetle yang dikendarai oleh Charlie (Hailee Steinfeld), dan Memo (Jorge Lendeborg Jr) sedang melintas di sebuah pinggir kota. Namun, tiba-tiba ada mobil polisi yang ingin memberhentikan lajunya. Gak ingin berurusan dengan pihak berwajib, Charlie pun memutuskan untuk kabur dari polisi tersebut.

Sang polisi pun mengejar Charlie hingga masuk terowongan. Di situ lah, Bee mulai beraksi dengan mengambil alih laju VW kodok tersebut. Sampai akhirnya ia berubah ke bentuk aslinya dan melompati mobil polisi itu untuk bisa lolos dari kejarannya.

Dalam film ini, Bee diceritakan melarikan diri ke Bumi dari kejaran Cybertron. Ia pun diburu oleh Deception, robot yang bisa berubah menjadi jet bernama Blitzwing. Film garapan sutradara Travis Knight ini juga akan dibintangi oleh Dylan O’Brien sebagai pengisi suara Bumblebee, Angela Basset pengisi suara Shatter, Justin Theroux pengisi suara Dropkick, dan John Cena sebagai pasukan militer Amerika Serikat.

Bumblebee akan dirilis di Amerika pada 21 Desember 2018. Udah siap menyaksikan petualangan baru autoboot kuning ini, Geeqs?

Film & TV

(REVIEW} Spider-Man: Into the Spider- Verse:  Film Terbaik Spider-Man?

Muhammad Arhan | 2 jam yang lalu
(REVIEW} Spider-Man: Into the Spider- Verse:  Film Terbaik Spider-Man?

Dengan kekuatan yang besar, datang tanggung jawab yang besar. Kutipan tersebut merupakan terjemahan dari kutipan Uncle Ben yang diucapkan ke Peter Parker. Kutipan tersebut bukan sekadar dialog untuk menghiasi film Spider-Man. Pasalnya, Sony Pictures membuktikan bahwa dengan kekuatan besarnya memiliki properti Spider-Man Universe, mereka berhasil melaksanakan tanggung jawabnya secara sempurna.

Geeq.id, Jakarta - Semua tau, dunia film superhero gak butuh film Spider-Man lain lagi, cukup Tobey Maguire, Andrew Garfield, dan Tom Holland aja yang memerankan manusia laba-laba tersebut. Namun, tiba-tiba Spider-Man: Into the Spider-Verse muncul sebagai film animasi Spider-Man dengan gaya penggambaran ala komik Marvel.

Berbeda dengan film-film superhero masa kini yang kehilangan elemen vital dari superhero, yaitu menyenangkan. Spider-Man: Into the Spider-Verse menjadi alternatif bagi penonton yang rindu akan hal tersebut.Film ini menceritakan kisah tentang Miles Morales, seorang remaja New York yang merupakan anak dari seorang perwira polisi dan suster. Sama seperti halnya remaja tanggung, Miles kesulitan menemukan jati dirinya karena tekanan dari orangtuanya, terutama ayahnya sehingga membuat remaja tersebut lebih dekat dengan pamannya yang bernama Aaron.

Suatu malam, Miles diajak oleh sang paman ke sebuah lokasi rahasia untuk menggambar sebuah grafiti. Di tempat tersebut, remaja berumur 13 tahun tersebut digigit oleh laba-laba radioaktif yang membuatnya menjadi salah satu Spider-Man. Loh, emang ada berapa Spider-Man di film ini? Dengan menggunakan teori kuantum, terciptalah multiverse yang membuat Spider-Man dari universe lain muncul, seperti Peter Parker di universe lain yang cerai dengan Mary Jane, Spider-Gwen yang kisahnya kebalikan dari The Amazing Spiderman 2, Spider-man hitam putih yaitu Spider-Noir, Penny Parker dengan robot Spider-Man-nya bernama SP//dr dan gak ketinggalan Peter Porker yang berasal dari universe di mana semua orang adalah binatang.

Sebagai Spider-Man yang datang dari berbagai universe, mereka harus bekerja sama sebagai satu tim, tapi hal tersebut gak mudah karena terdapat sejumlah villain populer Spider-Man, kayak KingPin, Doctor Octopus, Frowler, hingga Scorpio. Gak ketinggalan juga penampilan Stan Lee melengkapi film tersebut.

Spider-Man: Into the Spider-verse dikemas apik dengan teknologi animasi gabungan antara 2D dan 3D bergaya komik Marvel. Film ini bisa ditonton sangat ringan tetapi menghadirkan pesan yang cukup kuat serta beberapa humor-humor dengan punchline yang begitu tajam Menurut Geeqy, film ini sangat aman dan menyenangkan untuk ditonton oleh segala kalangan.

Narasi film ini begitu cerdas dan cukup kompleks. Walaupun sangat dinamis, film ini bisa tiba-tiba melambat di momen yang begitu menyentuh penonton. Klimaksnya diakhiri begitu sempurna dengan pertarungan yang intens tanpa menghilangkan elemen menyenangkan yang seharusnya ada di tiap film superhero.

Semuanya nampak begitu sempurna, tetapi sayangnya kesempurnaan tersebut sedikit ternoda karena film ini banyak menggunakan referensi dari buku komik Spider-Man yang tentunya gak semua penggemar kasual membaca komik-komik tersebut. Namun bagi penggemar Marvel, terutama Spider-Man, sepertinya Spider-Man: Into the Spider-Verse layak dinobatkan sebagai film Spider-Man terbaik atau bahkan film superhero terbaik tahun ini?

Singkatnya, film ini layak ditonton bagi lo yang bosan dengan film superhero yang seluruh filmnya menggunakan CGI dengan premis yang seragam. Selain itu, Spider-Man: Into the Spiders-Vers membuktikan kalo menciptakan film Spider-Man lain bukanlah sebuah keputusan yang buruk karena Phil Lord dan Christopher Miller baru aja melakukan hal yang sangat luar biasa.

Perlu diingat, sehabis menonton film ini di bioskop, jangan dulu pulang. Pasalnya Spider-Man: Into the Spider-Vers punya satu post-credit scene yang sangat sayang jika dilewatkan karena akan menjadi penutup sempurna di film ini.

Film & TV

Doctor Strange Nyaris Jadi Cameo di Spider-Man: Into the Spider-Verse

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Doctor Strange Nyaris Jadi Cameo di Spider-Man: Into the Spider-Verse

Into Spider-Verse jadi film crossover terunik. Sebab, lo bisa melihat seluruh manusia laba-laba berkumpul dalam satu film. Gak cuma itu, kabarnya Doctor Strange juga nyaris muncul di film ini, lho. Kok bisa?

Geeq.id, Jakarta - Konsep crossover udah bukan hal yang aneh bagi Marvel Cinematic Universe. Kita udah sering menyaksikan satu hero muncul di film solo hero yang lain meski kadang hanya sebagai cameo. Bahkan, ada banyak superhero Marvel yang ditampilkan di Avengers: Infinity War dan Avengers: Endgame.

Nah, konsep tersebut ternyata juga nyaris digunakan oleh Sony Pictures Animation dalam film Spider-Man: Into the Spider-Verse, Geeqs. Dilansir dari CBR, produser Into the Spider-Verse, Phil Lord dan Chris Miller mengonfirmasi bahwa Doctor Strange nyaris muncul dalam film animasi tersebut. Saat diwawancarai oleh Den of Geek, ia mengatakan,

“Draft naskah pertama kami diakhiri dengan kemunculan Strange. Itu berarti sekitar tiga tahun lalu. Itu tuh literally di frame terakhir muncul Doctor Strange ngomong ‘Halo.”

Sayangnya duo produser ini gak sempat mengungkap alasan mereka akhirnya menghapus Strange dari naskah akhir. Di sisi lain, sebenarnya gak heran kalo tim produksi Into the Spider-Verse kepikiran untuk memunculkan Doctor Stranger. Pasalnya, sang Sorcerer Supreme adalah salah satu pakar multiverse di jagat komik Marvel.

Ini juga bukan kali pertama Doctor Strange berkaitan dengan Spider-Man di dalam film di luar Marvel Cinematic Universe. Di film Spider-Man 2, Jonah Jameson bahkan secara gamblang menyebutkan nama sang penyihir yang otomatis mengonfirmasi kalo dirinya eksis di dunia Spider-Man buatan Sam Raimi.

Film garapan sutradara Bob Persichetti, Peter Ramsey, dan Rodney Rothman ini akan tayang di Indonesia pada 14 Desember 2018. Masih berminat nonton gak setelah tau gak jadi ada Doctor Strange, Geeqs?

Sainstek

Suka Halu? Ini 5 Jenis Halusinasi yang Sering Lo Alamin

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Suka Halu? Ini 5 Jenis Halusinasi yang Sering Lo Alamin

Berhalusinasi ternyata gak sekadar satu ungkapan, Geeqs. Ada beberapa jenis halusinasi yang sering dialami oleh manusia. Cari tau deh di bawah sini, buat tau lo suka ngalamin yang mana.

Geeq.id, Jakarta – Buat yang ngerasa suka berhalusinasi alias halu kalo kata anak zaman now, ternyata ada beberapa jenis halusinasi yang kerap dialami manusia, lho. Mungkin salah satunya pernah lo rasain nih. Seperti Geeqy dapet dari Medical Daily, berikut jenis-jenis halusinasi.

Halusinasi Penglihatan

Pernah gak lo ngeliat sesuatu atau apapun itu, tapi sebenarnya di hadapan lo gak ada apa-apa? Itu berarti lo lagi mengalami halusinasi penglihatan, Geeqs. Menurut American Academy of Opthalmology, halu jenis ini biasanya terjadi akibat efek samping obat tertentu. Selain itu, ini juga dapat terjadi kalo lo mengidap migraine dan kecanduan alkohol.

Halusinasi Pendengaran

Hasil gambar untuk halusinasi pendengaran

Saat mengalami halusinasi ini, kita biasanya mendengar suara-suara gak nyata seperti di film Hollywood, Hearing Voices. Menurut News Medical, ini merupakan halusinasi yang kerap dialami pengidap skizofrenia dan orang-orang yang sedang berduka karena teringat suara orang yang dicintainya.

Halusinasi Sentuhan

Hasil gambar untuk halusinasi sentuhan

Kalo halusinasi yang ini kita kayak ngerasa ada sesuatu yang menyentuh kulit atau tubuh kita. Para peneliti mengatakan, halu jenis ini biasanya berasal dari pengaruh alkohol dan oba-obatan terlarang seperti kokain dan amfetamin. Adapun sentuhan yang kerap dialami, yakni berupa gigitan serangga atau seperti ada ular yang merayap di atas tubuh.

Halusinasi Proprioseptif

Gambar terkait

Nah, yang ini bener-bener bikin kita serasa mengambang, terbang, bahkan keluar dari tubuh. Biasanya halusinasi jenis ini jadi bikin susah buat ngontrol badan sendiri, Geeqs.

Halusinasi Penciuman

Hasil gambar untuk halusinasi penciuman

Sesuai namanya, lo bakal mencium sesuatu yang sebenarnya gak ada, Geeqs. Biasanya sih, aroma yang kecium gak menggenakan, seperti bau muntah atau feses. Halusinasi jenis ini disebabkan karena kerusakan pada sistem penciuman di otak atau epilepsi.

Nah, dari kelima jenis halusinasi di atas, mana yang udah pernah lo rasain, Geeqs?