Tekno

[REVIEW] Jabra Elite 65t: Earbuds Berkualitas yang Bisa Dipakai Mandi

Andhika Dwi Putra | 18 July 2018 - 16:00
[REVIEW] Jabra Elite 65t: Earbuds Berkualitas yang Bisa Dipakai Mandi

Pengalaman terbaik dalam pemakaian earbuds bluetooth adalah ketika kita diberi keleluasaan untuk mengeksplorasi hal-hal yang gak mungkin menjadi mungkin. Dalam hal ini, Jabra Elite 65t telah membuktikannya.

Geeq.id, Jakarta – Pada akhir Juni 2018, Jabra telah resmi membawa Jabra Elite franchise ke Indonesia. Rangkaian dari franchise ini yatu, Elite 65t, Elite Active 65t, Elite 45e, Elite 25e, dan Elite 65e. Yang Geeqy sukain dari Jabra Elite franchise ini adalah kelima produk ini memakai teknologi bluetooth yang begitu menjawab kebutuhan masyarakat urban dengan produktivitas yang tinggi.

Dari awal diperkenalkan, perhatian Geeqy langsung tertuju pada unit earbuds bluetooth yang bernama Elite 65t. Untuk diketahui, unit ini benar-benar hadir sebagai sepasang earbuds yang ditempelkan di telinga, tanpa adanya kabel sedikitpun. Karena ketertarikan ini, Geeqy bakal telanjangi abis-abisan pengalaman Geeqy memakai earbuds ini.

jabra

Desain

Desainnya begitu ergonomis dan mengikuti bentuk telinga, hal ini jugalah yang membuat Geeqy tertarik untuk memiliki earbuds ini. Uniknya, walaupun bahannya didominasi oleh plastik, tampilan earbuds in-ear ini tampak begitu premium dengan paduan warna monokrom, hitam dan abu-abu. Karena ini earbuds in-ear (sumbat di telinga), tentunya ada pilihan karet silikon mulai dari ukuran paling kecil, sampai paling besar.

jabra

Perlu dicatat, teknologi earbuds in-ear ini sendiri sebenarnya punya nilai plus yang sangat baik, Geeqs. Ketika sedang mendengarkan musik, karena modelnya sumbat, noise dari lingkungan sekitar bisa teredam dengan baik. Selain itu, Jabra mendesain Elite 65t dengan sangat apik, sehingga seekstrim apapun gerakannya, karena modelnya, earbuds in-ear ini nggak akan longgar dan jatuh.

Pada Jabra Elite 65t ini, masing-masing earbuds tertanam 2 sensor audio buat mastiin kualitas suara yang jernih ketika melakukan panggilan telepon. Uniknya, microphone ini tertanam pada bodi gagang microphone yang mengingatkan Geeqy dengan model microphone tempo dulu dalam versi sangat pendeknya. Di bagian dalam bodi, terdapat juga masing-masing dua lempengan kuning yang berguna untuk mengisi daya.

Untuk tombol pengaturan, terdapat satu tombol pada earbuds kanan untuk pairing, mengaktifkan Elite 65t ke device yang tersambung, mengaktifkan intruksi suara voice assistant seperti Siri, sampai mengangkat telepon. Di earbuds kiri, terdapat dua tombol yang berguna untuk mengatur volume sampai menggunta-ganti lagu pada playlist yang tersedia.

Jujur, Geeqy awalnya agak ketakutan dengan pilihan model in-ear ini sendiri. Karena Geeqy pribadi lebih suka earphone dengan permukaan yang lebar, terkadang model sumbat bisa membuat lubang telinga sakit. Namun, Geeqy applause kepada Jabra karena membuat ketakutan Geeqy ini terkesan nggak beralasan. Begitu dipakai, Elite 65t ini emang terasa kurang nyaman, tetapi setelah karet silikon diganti ke ukuran terkecil, model in-ear ini ternyata di desain untuk tetap membuat telinga nyaman.

Pengalaman Geeqy setelah lima hari memakai earbuds ini, ada rasa kurang nyaman ketika Elite 65t ini dipakai selama empat jam lebih. Geeqy cobain sambil berkendara menggunakan helm, ada sedikit rasa nggak nyaman, tetapi nggak terlalu signifikan. Overall, earphone ini enak dipakai untuk pemakaian light ke medium yang memakai earphone tiga jam ke bawah. Untuk heavy user, telinga kayaknya harus diistirahatin dulu dari earbuds ini untuk menghindari rasa nyeri.

Konektivitas

Juara! Bisa dibilang, Jabra Elite 65t ini adalah earphone dengan konektivitas terbaik yang pernah Geeqy pakai. Kendala pada earphone bluetooth kebanyakan adalah konektivitas yang nggak stabil dan suka terputus-putus, tetapi dengan earbuds dari Jabra ini, udah nggak ada cerita lagi asik-asiknya denger lagu, tau-tau ada suara noise dan lagu tersendat-sendat.

Kenapa konektivitas Elite 65t ini sangat bagus? Karena udah dilengkapi dengan teknologi Bluetooth 5.0. Perlu diketahui, sekelas Apple dengan Airpods saja masih memakai teknologi bluetooth 4.2 dengan fitur tambahan dari Apple untuk memperkuat koneksi bluetooth. Kehebatan dari Bluetooth 5.0 ini bukan stabilnya doang, Geeqs, tetapi juga kecepatan konektivitas dan juga jauhnya jarak antara dua unit yang tersambung.

Geeqy kasih contoh, kalau bluetooth 4.2 milik Airpods bisa pairing sejauh 10 meter, maka bluetooth 5.0 ini bisa pairing paling minimal dua kalilipatnya, paling maksimal empat kalilipatnya. Geeqy coba di jarak 15 meteran, suara musik udah mulai tersendat-sendat sih. Selain itu, Elite 65t juga bisa terkoneksi dua device dalam satu waktu lho. Jadi lo bisa pairing di laptop dan smartphone tanpa harus status pairing-nya dihapus dulu.

Fitur

Jabra Elite 65t bisa dibilang earbuds bluetooth serba bisa, Geeqs. Selain mendengarkan musik, Elite 65t juga bisa melakukan panggilan telepon dengan sekali klik. Inovatifnya, Jabra membenamkan teknologi yang memungkinkan Elite 65t bisa terhubung dengan voice assistant seperti Google Assistant, Siri, atau Alexa

Buat yang bingung kenapa Geeqy pakai earbuds ini ketika berkendara, itu karena adanya fitur Hearthrough. Fitur ini, memungkinkan lo untuk tetap bisa mendengar suara ambience di sekitar lo. Jadi walaupun terasa kedap karena ada sumpalan earbuds, dengan mengaktifkan fitur ini, telinga lo tetep bisa mendengar suara sekitar dan membuat lo tetap bisa waspada.

Selain itu, perlu dicatat kalau Elite 65t ini udah mengantungi sertifikat IP55 yang membuat earbuds ini udah anti air dan debu. Anti air disini sebenarnya diperuntukkan untuk percikan air atau lelehan keringat ketika dipakai olahraga, tetapi karena Geeqy anti mainstream, Geeqy buktiin kualitas anti air ini dengan menggunakan earphone ini sambil mandi.

Sebenarnya, untuk volume air yang lebih banyak, IP56 lah yang menjamin bisa tahan, tapi pas Geeqy cobain sambil mandi, wah beneran gak ada masalah dong. Malahan ini jadi suatu yang baru dan exciting buat Geeqy. Karena, Geeqy sendiri bisa dikategorikan pendengar musik yang heavy, biasanya Geeqy mandi dengan bawa smartphone dan menyetel volume sekeras-kerasnya.

Namun, volume sekeras apapun, selalu masih kalah dengan suara shower ataupun keran, yang menyebabkan Geeqy gagal eargasm. Ketika Geeqy coba pakai Elite 65t, wah asyik banget, Geeqs. Seakan-akan Geeqy lagi mandi di depan musisinya langsung. Tentu untuk kesehatan mata bersama, gambar gak dilampirkan ya, Geeqs.

jabra

Meski harusnya cuma tahan percikan air, tapi unit Elite 65t milik Geeqy sama sekali nggak bermasalah di IC (integrated Circuit) audio-nya. Nggak perlu direndem beras, suara earbuds ini masih dalam performa optimalnya. Kalaupun percobaan gagal, Geeqy gak khawatir sih, karena Jabra sendiri ngasih garansi selama dua tahun terkait IP55 ini.

Yang paling menggembirakan, kehadiran Jabra Elite franchise ini dipaduin dengan aplikasi bernama Sound+ yang bisa diunduh di Play Store ataupun App Store. Di dalam aplikasi ini, ada berbagai pilihan seperti mengaktifkan Hearthrough, membaca panduan, sampai equalizer lho, Geeqs. Jadinya lo bisa atur suara yang dihasilkan sesuai dengan selera lo.

jabra

Buat Geeqy, penyertaan aplikasi Sound+ dari Jabra ini harus ditauladani sama vendor-vendor earphone sejenis. Karena, fitur ini sangat simpel, tetapi punya dampak yang sangat besar buat penggemar audio yang agak rewel dengan kualitas musik yang dihasilkan.

Kualitas Audio

Ini adalah bagian paling fundamental dari kualitas earphone, apa pun modelnya. Dan selamat untuk Jabra, karena udah mendesain earbuds bluetooth dengan kualitas atas yang sangat rekomendasi untuk dibeli. Pertama yang Geeqy akan bahas, adalah kualitas audio yang kita dengarkan dengan equalizer di posisi default (belum dikustom).

Yang paling Geeqy acungi jempol adalah suara vokal nggak dibelakang (tertutup instrumen). Jabra Elite 65t benar-benar menghasilkan suara yang detail, baik itu pada vocal (Mid), Treble (high), sampai pada bass (low). Namun buat Geeqy sendiri, untuk mereka yang sangat memprioritaskan bass, suara yang dihasilkan memang deep, tetapi nggak terlalu deep dentumannya. Namun ini masalah selera ya, karena disaat dentuman bass nggak dalam, berarti bisa dibilang suara bass ini nggak mengganggu detail-detail dari suara lain.

Untuk separasi dan mixing-nya sendiri, sangat rapih dan harmoni, Geeqs. Pada tahap tes, Geeqy coba menyetel lagu Indonesia berjudul "Bahas Bahasa" milik Barasuara yang emang dikenal sangat kaya instrumennya. Hasilnya, Geeqy bisa mendengarkan tiap detail instrumen musik yang dimainkan bersama-sama.

Selanjutnya mari kita bahas masalah transparansi, atau keaslian suara yang membuat seolah-olah suara tersebut nggak dikeluarkan dari alat bantu. Hasilnya? Sangat memuaskan. Seperti yang Geeqy udah bahas sebelumnya, ada sensasi dimana seakan-akan Geeqy berada di depan musisinya itu sendiri. Sensasi ini membuat Geeqy seperti mendengarkan konser secara langsung dan privat.

Yang paling menarik adalah, ketika Geeqy coba earphone ini untuk bermain PUBG Mobile. Yeap, sebelumnya Jabra nggak pernah ada mention earbuds ini diperuntukkan untuk gaming, tapi karena Geeqy anti mainstream, ya tetep Geeqy cobain. Hasilnya? Suara step kaki yang notabene agak susah buat didengar, jadi bisa kedengaran dengan jelas lho, Geeqs.

Lalu untuk panggilan telepon, nggak perlu khawatir kalau suara akan tenggelam kalau ada di lingkungan yang ramai seperti kereta atau pasar. Karena adanya noise cancellation serta penanaman sepasang sensor audio di masing-masing earbuds, membuat kualitas suara yang dikeluarkan menjadi jernih, dan solid, Geeqs.

Durabilitas

Masalah durabilitas, nggak terlepas juga dengan penggunaan bluetooth 5.0, Geeqs. Karena teknologi ini, efisiensi daya lebih optimal dengan memakan daya baterai lebih sedikit. Untuk earbuds-nya sendiri, bisa tahan lima jam (pengalaman Geeqy sih lebih-lebih dikit). Bila ditambah dengan charging case dalam daya penuh, total durasi pemakaian bisa tembus 15 jam.

Untuk harga sendiri, kalau diintip via platform online shop seperti Tokopedia, rata-rata mulai menjual produk ini seharga Rp 2.290.000. Namun yang bisa Geeqy pastikan, di saat lo memiliki ini, lo bukan hanya membeli prestis, tetapi juga membeli kualitas.

8.6

Nilai Keseluruhan
Design
8.0
Features
9.0
Performance
9.0
Otomotif

Wah, Mobil Kijang Ternyata Ada Singkatannya!

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Wah, Mobil Kijang Ternyata Ada Singkatannya!

Selama ini lo pasti mengira nama mobil kijang diambil dari nama binatang. Padahal, nama salah satu mobil paling populer di Indonesia ini punya akronim alias singkatannya sendiri, lho. Mau tau singkatannya? Kasih tau gak ya...

Geeq.id, Jakarta – Siapa yang gak tau mobil kijang yang diproduksi Toyota? Hampir semua orang Indonesia familiar dengan mobil legendaris ini. Mobil yang mulai populer sejak tahun 1980-an ini ternyata menyimpan makna di balik namanya, lho.

Yup, mobil yang punya kandungan lokal tinggi ini ternyata ada akronim alias kepanjangan namanya. Kijang pada nama mobil ini gak cuma sembarangan diartikan sebagai hewan yang lincah, tapi juga akronim dari "kerja sama Indonesia Jepang".

Nama ini dipilih sama Wakil Presiden Indonesia saat ini, Jusuf Kalla, pada tahun 70-an. Mengutip dari GNFI, Kalla ngasih nama tersebut sewaktu ikut perkumpulan distributor utama Toyota dari seluruh Indonesia.

Nah, siapa nih yang baru tau singkatan Kijang ini, Geeqs?

Subscribe to our newsletter

CONNECT WITH US

Film & TV

War Machine Bakal Punya Hulkbuster di Avengers: End Game?

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
War Machine Bakal Punya Hulkbuster di Avengers: End Game?

Memanfaatkan momen Avengers: End Game, LEGO turut meluncurkan mainan yang bakal jadi senjata baru di film puncak Marvel Cinematic Universe ini, Geeqs. Kebet penampakannya di bawah sini nih.

Geeq.id, Jakarta – Berbagai bocoran seputar Avengers: End Game mencuat di dunia maya jelang penayangannya. Bahkan, LEGO juga ikut membocorkan film keempat Avengers tersebut, dengan meluncurkan mainan Hulkbuster versi War Machine.

Dilansir dari linimasa, mainan ini tersedia dalam satu set yang terdiri dari motor Captain America dan pejawat jet Avengers yang dinamakan Super Quinjet. Munculnya LEGO tersebut tentu menimbulkan spekulasi kalo James Rhodes alias War Machine bakal memiliki senjata baru berupa Hulkbuster seperti milik Iron Man.

Bocoran ini sekaligus menjawab cuplikan Avengers: End Game yang menampilkan Steve Rogers dan Black Widow berada dalam pesawat jet. Kalo benar mereka akan menggunakan Quinjet yang baru, itu bakal bikin para Avengers terlihat makin keren, karena desain pesawat ini tampak lebih elegan dengan warna biru dan logo Avengers di sisi kirinya.

Bisa jadi apa yang dibocorkan LEGO ini akan muncul di trailer final Avengers: End Game, Geeqs. Kabarnya, teaser anyarnya bakal ditayangkan saat malam penghargaan Oscar pada 24 Februari 2019 nanti.

Avengers: End Game akan ditayangkan di Amerika Serikat pada 26 April 2019. Gimana menurut lo penampakan LEGO Hulkbuster versi War Machine ini, Geeqs?

Film & TV

Wah, Muten Roshi Ada di Dunia Nyata, Lho!

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Wah, Muten Roshi Ada di Dunia Nyata, Lho!

Salah satu karakter ikonis di manga atau anime Dragon Ball adalah Jin Kura-kura atau Master Roshi. Nah, ternyata di dunia nyata ada kakek-kakek yang mirip sama Master Roshi ini, lho. Siapakah dia?

Geeq.id, Jakarta - Buat lo penggemar manga atau anime Dragon Ball, pasti tahu dong seorang kakek ahli silat yang merupakan guru dari Son Goku? Yup, dia adalah Kamesennin Master Roshi atau biasa dikenal jin kura-kura di Indonesia.

Nah, ternyata wujud dari kakek-kakek mesum ini gak cuma ada di anime Dragon Ball, lho. Di dunia nyata ada kakek-kakek yang mirip banget sama Master Roshi ini. Dia adalah Nhon Ly, seorang Vietnam berumur 55 tahun yang tinggal di San Diego, California, Amerika Serikat.

Mirip Master Roshi, Kakek Ly punya kepala plontos dan jenggot putih. Badannya pun kekar banget mirip Master Roshi dalam mode bertempur. Namun, yang membedakan adalah Kakek Ly ini master di bidang bodybuilding, bukan beladiri, Geeqs

Kakek beranak tiga ini merupakan anggota dari Internasional Federation of BodyBuilding and Fitness (IFBB) Profesional League atau federasi fitnes dan bodybuilding internasional. Selama kariernya, dia juga berprestasi di Amerika Serikat dan pernah menempati posisi ke-4 di US Championship 2011 dalam kategori lightweight.

Kakek Ly juga punya instagram yang diikuti sampai hampir 40 ribu followers. Bahkan, kebanyakan pengikutnya mengamini kemiripannya dengan Master Roshi, Geeqs.

Nah, kalo menurut lo kakek Ly ini mirip gak sama Muten Roshi?

Sainstek

Hoaks! Selama 350 Tahun Fosil Ini Dikira Unicorn

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Hoaks! Selama 350 Tahun Fosil Ini Dikira Unicorn

Kebayang gak kalo ditipu selama ratusan tahun? Inilah yang dialami warga Jerman yang yakin betul kalo fosil hewan bertanduk di museum mereka adalah unicorn. Padahal, faktanya sih jauh banget, Geeqs.

Geeq.id, Jakarta - Sebuah museum di Jerman yang bernama Museum Sejarah Alam Magdeburg memajang kerangka hewan bertanduk. Selama 350 tahun, warga jerman yakin betul bahwa fosil tersebut merupakan fosil unicorn. Unicorn sendiri merupakan kuda bertanduk, yang biasanya muncul dalam dongeng-dongeng.

Keyakinan warga jerman selama 350 tahun soal kerangka unicorn akhirnya runtuh. Sebab, fosil hewan bertanduk yang selama ini mereka kira unicorn, sebenarnya adalah badak berbulu. Dikutip dari IFL Science, spesies tersebut udah punah dan hidup di sebagian besar Eurasia sampai akhir Zaman Es terakhir.

Tapi kok bisa-bisanya ya orang-orang Jerman percaya kalo itu unicorn? Yah, kalo kembali ke Jerman di abad-17, semua orang bakal mengamini bahwa tulang-tulang itu adalah unicorn. Keyakinan ini juga bakal dicetuskan para cendekiawan di masa itu, lho.

Masih dikutip dari IFL Sciene, perkara tulang uncorn ini jadi heboh sejak penemuannya pertama kali di sebuah gua di pegunungan dekat kota Quedlinburg, Jerman tahun 1663. Seorang ilmuwan Prusia, Otto von Geuricke tertarik banget sama temuan itu. Kemudian ia menyimpulkan, fosil tersebut emang unicorn.

Laporan soal fosil berakhir dengan sebuah ilustrasi dari sebuah buku yang ditulis Gottfried Leibniz, seorang cendekiawan terkenal Jerman. Nah, parahnya, tulisan yang berdasarkan tulang gak lengkap itu kemudian dijadikan petunjuk oleh para ahli.

Dalam artikel yang dimuat di jurnal Nature, Leibniz menyimpulkan bahwa tulang aneh itu adalah milik unicorn. "Tanduk, kepala, beberapa tulang rusuk, tulang belakang, dibawa ke tempat kepala biara," tulisnya dalam buku sejarah geologi dan alam Protogaea (1690-1691).

Begitulah asal mula hoaks yang berlangsung selama 350 tahun. Saking lamanya bisa aja masuk rekor MURI nih.

Tekno

Tega! Gara-gara PUBG, Pria Ini Tinggalkan Istrinya

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Tega! Gara-gara PUBG, Pria Ini Tinggalkan Istrinya

Efek bermain game emang macam-macam, Geeqs. Salah satu yang terbaru ternyata bisa bikin seorang pria meninggalkan istri dan anak-anaknya, lho. Wah, kok bisa ya? Simak deh kronologisnya di bawah sini.

Geeq.id, Jakarta – Demam game PlayerUnknown’s Batllegrounds emang meraja rela banget di berbagai kalangan. Bahkan, sampai membuat seorang pria di Malaysia tega meninggalkan istrinya yang tengah hamil, Geeqs.

Dilansir dari World of Buzz, kejadian ini diceritakan sang istri lewat Facebook-nya. Ia mengatakan suaminya kabur dari rumah meninggalkan dirinya yang baru hamil empat bulan, dan anaknya yang berusia tiga tahun.

Begitu mengenal PUBG lewat saudaranya, lama-lama sang suami menjadi ketagihan bermain game bergenre battle royale ini. Dari situ lah hubungan keduanya mulai dilanda pertengkaran lantaran si suami kerap begadang buat main PUBG, hingga susah bangun pagi. Hal ini membuat pekerjaan dan bisnisnya jadi terbengkalai, Geeqs.

Begitu diingatkan, pria ini justru malah menyebut istrinya nusyuz, istilah untuk seorang istri yang gak mendukung suaminya. Imbasnya, sang suami akhirnya kabur dari rumah dan belum kembali sampai sekarang.

Kejadian ini pun menjadi viral di dunia maya, Geeqs. Lewat postingannya di Facebook, sang istri pun berharap suaminya cepat sadar dan segera pulang. Ia menuliskan,

“Sudah sebulan sejak dia meninggalkan kami. Kami sekarang tidak punya pilihan selain berdikari melalui kesulitan apa pun yang mungkin datang. Sebelum dia mulai bermain PUBG, kepribadiannya jauh lebih bisa ditoleransi. Namun, situasinya berangsur-angsur bertambah buruk sejak pertama kali mulai bermain game empat tahun lalu. Tolong doakan dia akan kembali ke keluarga kami."

Nah, buat para pemain PUBG, jangan sampai game bikin lo jadi orang yang gak bertanggung jawab ya, Geeqs!

Film & TV

Superman Bakal Jadi Cameo di Film Shazam?

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Superman Bakal Jadi Cameo di Film Shazam?

Salah satu superhero DC dikabarkan bakal tampil sebagai cameo di film Shazam nih. Penasaran sama adegan kemunculannya? Simak di bawah sini, yuk!

Geeq.id, Jakarta – Usai Aquaman, DC siap merilis film Shazam yang menampilkan Zachary Levi sebagai karakter utamanya. Nah, menurut rumor terbarunya nih, kabarnya Superman bakal tampil sebagai cameo di film ini, Geeqs. Wah, Henry Cavill bukan ya?

Dilansir dari Geektyrant yang mengutip We Got This Covered, Superman akan tampil dalam film garapan sutradara David F. Sandberg ini. Namun, karena Cavill belum memungkinkan untuk kembali ke studio, jadi karakter manusia super ini bakal diperankan oleh stuntman, Geeqs.

Menurut sumbernya, Man of Steel gak akan muncul untuk membantu Shazam melawan musuhnya. Tapi, lebih ke adegan humornya saat Freddy Freeman (Jack Dylan Grazer) meminta Billy Batson (Asher Angel) ke sekolahnya dengan tampilan Shazam untuk membuktikan kepada teman-temannya kalo dia kenal dengan sang superhero.

Di adegan terakhir, Shazam akhirnya muncul dan mengatakan kalo ia membawa supehero lainnya. Di sini lah, Superman masuk ke dalam ruangan tanpa disorot wajahnya, Geeqs.  Shazam akan dirilis di Amerika Serikat pada 5 April 2019.

Wah, semoga kabar Cavill belum siap tampil sebagai cameo dalam film ini cuma rumor ya buat bikin surprise para penonton, Geeqs.

Sainstek

Percaya Unicorn? Ini Awal Mula Mitosnya

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Percaya Unicorn? Ini Awal Mula Mitosnya

Sebelum unicorn jadi terkenal kayak sekarang, orang-orang inilah yang lebih dulu mempopulerkannya. Ada yang bikin fabel, ada yang nambahin bumbu, ada pula yang mengangkatnya jadi isu debat capres. Tapi, asal mula kisahnya bisa kamu temukan di bawah sini.

Geeq.id, Jakarta - Unicorn lagi ramai diperbincangkan warganet maupun warga kompleks. Hal ini dikarenakan calon presiden Prabowo Subianto salah mengartikan unicorn saat ditanya lawannya, Joko Widodo, saat debat capres. Namun sebelum itu, unicorn udah lebih dulu jadi perbincangan. Gara-garanya temuan fosil unicorn oleh para peneliti.

Unicorn sendiri merupakan kuda bertanduk yang populer dalam dunia fiksi. Sosoknya yang kerap diceritakan dalam dongeng atau animasi bikin unicorn jadi salah satu hewan tersohor di dunia. Lalu dari mana awal mula mitos unicorn beredar?

Nah, menurut Dorothy Ann Bray, pakar mitologi dari McGill University, Kanada, dalam jurnal American Journal of Applied Sciences, cerita unicorn muncul dari cerita masyarakat. Ia menuliskan,

"Juga, interpretasi yang salah dari badak bercula."

Lebih lanjut Bray menjelaskan, legenda unicorn pertama kali muncul dari sebuah buku dongeng tentang hewan-hewan anonim berjudul Physiologus. Buku dari abad ke-2 yang dikompilasi di Alexandria, Mesir, tersebut memuat deskripsi soal unicorn.

Lalu orang-orang abad pertengahan meminjam fabel tersebut dan menjadikannya sebagai mitos. Nah, sama pengarang-pengarang kisah Bestiary (fabel tentang hewan monster) abad pertengahan, makna unicorn dibikin luas lagi menjadi simbol kristus dan kemurnian. Bray menambahkan,

"Orang-orang abad pertengahan berpikir hanya seorang perawan yang bisa menjinakkan unicorn."

Selain itu, orang abad pertengahan percaya, cula unicorn bisa menetralkan racun dan menyembuhkan segala macam penyakit.

Wah, kalo lo percaya sama mitos unicorn yang mana, Geeqs?

Tekno

Wah, Unicorn Ini Ternyata Pernah Lo Tunggangi, Lho!

Arya Despratama | 2 jam yang lalu
Wah, Unicorn Ini Ternyata Pernah Lo Tunggangi, Lho!

Siapa bilang unicorn cuma ada dalam dongeng? Buktinya, di Indonesia ada empat, bahkan salah satunya pernah lo tunggangi, lho. Gak percaya? Coba buktiin di bawah sini.

Geeq.id, Jakarta - Menurut studi, unicorn pernah ada di Bumi. Fosilnya pun juga udah ditemukan, lho. Namun, ke mana unicorn sekarang? Masih ada, kok. Bahkan, di Indonesia sendiri ada empat unicorn, Geeqs. Tanpa disadari, lo pernah tunggangi salah satunya, lho.

Eits, unicorn yang Geeqy maksud bukan kuda bertanduk yang ada di dongeng-dongeng, ya. Unicorn yang ini adalah istilah dalam dunia perusahaan rintisan alias startup. Istilah ini kerap dipakai pada industri perusahaan teknologi buat mendefinisikan perusahaan privat yang punya nilai valuasi lebih dari US$1 miliar.

Kenapa pakai nama unicorn? Soalnya ajaib, Geeqs. Jarang banget ada perusahaan startup yang bisa bertahan sampai bisa menghasilkan valuasi sebesar itu.

Nah, sekarang ini ada delapan unicorn di Asia Tenggara. Empat di antaranya merupakan unicorn asal Indonesia. Siapa aja unicorn-unicorn itu?

Traveloka

Traveloka dibuat oleh Ferry Unardi dan dua rekannya. Platform perpesanan tiket daring (online) ini lahir tahun 2012. Pada 2017, perusahaan ini mengukuhkan dirinya sebagai unicorn. Perusahaan berlogo burung biru ini menjadi unicorn setelah mendapatkan pendanaan dari Expedia, perusahaan sejenis milik asing.

Tokopedia

E-Commerce besutan William Tanuwijaya ini hadir tahun 2009. Tokopedia berhasil menjadi unicorn kedua usai mendapat pendanaan dari Alibaba pada 17 Agustus 2017.

Bukalapak

Platform e-commerce yang akhir-akhir ini ramai jadi buah bibir ini didirikan pada tahun 2010. Pendirinya adalah Achmad Zaky. Sekarang Bukalapak menjadi unicorn keempat yang ada di Indonesia.

Go-Jek

Ini dia unicorn yang pernah lo tunggangi. Perusahaan yang digawangi Nadiem Makariem ini berdiri sekitar tahun 2010. Gojek menjadi unicorn pertama yang 'lahir' di Indonesia pada 2016 lalu. Perusahaan ini juga tepat saat usianya menginjak 6 tahun. Saat itu, Gojek menerima pendanaan senilai US$ 550 juta dari konsorsium delapan investor yang digawangi Sequoia Capital.

Nah, selain Gojek, unicorn mana lagi yang pernah lo naikin, Geeqs?